Makam Syekh Burhanuddin

Syekh Burhanuddin Ulakan ini, adalah murid Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fansuri dari Aceh, Syeikh Burhanuddin Ulakan inilah orang pertama menyebarkan Thariqat Syathariyah di Minangkabau. Syeikh Burhanuddin Ulakan yang tersebut wafat pada tahun 610 H/1214 M. Menurut riwayat pula bahwa Syeikh Burhanuddin Ulakan datang bersama dengan Syeikh Abdullah Arif yang menyebarkan agama Islam di Aceh. Syeikh Burhanuddin pertama datang ke Minangkabau mengajar di Batu Hampar sekitar 10 tahun lamanya. Sesudah itu, dia berpindah ke perkumpulan yang dekat dengan imam Bonjol, beliau mengajar di situ sekitar lima tahun. Kemudian dia meneruskan kegiatan...

7 Nur

Dinamakan tujuh Nur kepada ahli batin yang beramal dengan ilmunya terhadap keEsaan Allah, iaitu : 1. NUR HIDAYAH Nur Hidayah adalah cahaya petunjuk daripada Allah kepada seseorang yang beramal dengan keimanan yang luhur melalui jalan zikir (mengingat Allah) dengan mengamalkan zikir itu, Allah akan memberi petunjuk dan panduan terhadapNya. kebiasaannya mereka akan melakukan dengan jalan bersuluk(menguzlahkan diri). 2. NUR INAYAH Nur Inayah adalah cahaya petunjuk yang didatangkan kepada sesiapa yang dikehendaki oleh Allah dengan cara tiba-tiba kepada seseorang yang sentiasa mengingati keAgungan dan kebesaranNya. ada pandangan...

Makam Raden Wiratanudatar Cikundul

Raden Kanjeng Aria Wiratanudatar yang dikenal sebagai Kanjeng Dalem Cikundul Beliau adalah penyebar Islam sekaligus Bupati Cianjur pertama, di Kp. Cijagang Ds. Majalaya Kec. Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur. Dari kejauhan nampak di atas sebuah bukit yang sekelilingnya menghijau ditumbuhi pepohonan yang rindang. berdiri sebuah bangunan cukup megah dan kokoh. Bangunan yang sangat artistik dengan nuansa Islam itu tiada lain makam tempat dimakamkannya Bupati Cianjur Pertama, R Aria Wira Tanu Bin Aria Wangsa Goparana periode (1677-1691) yang kemudian terkenal dengan nama Dalem Cikundul. Areal makam yang luasnya sekitar 300 meter itu....

Pesarean Amangkurat

Pesarean adalah sebuah desa yang ada di wilayah Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Di daerah itu ada sebuah makam induk, didalamnya terbaring jasad Raja Mataram Amangkurat I. Bagaimana asal-muasal makam itu ada, dan kenapa Amangkurat I memisahkan diri dari makam Raja-raja Jawa, memilih dikubur di sana? Berikut, inilah kisahnya... Asal mula dari kata ‘saré’ artinya ‘tidur’. Setelah mendapat awalan ‘pe’ dan akhiran ‘an’ menjadi ‘pesarèan’, artinya tempat tidur. Tapi di sini, kata ‘pesarèan’ bukan berarti peraduan. Bukan juga bersifat sementara tapi memiliki arti abadi. Belum lagi jika kata itu diucap dan dipakai oleh kaum bangsawan,...

Wali Joko atau Pangeran Panggung

Wali Joko yang memiliki nama kecil Jaka Suwirya adalah kakak-beradik dengan Sunan Katong yang konon dimakamkan di Kaliwungu. Wali Joko yang di saat mudanya bernama Pangeran Panggung, merupakan putra bungsu Prabu Kertabumi atau Prabu Brawijaya V dengan Permaisuri Dewi Murdaningrum, seorang putri dari Kerajaan Campa (ada yang menyebutkan Kamboja atau Thailand saat ini. Berdasarkan penelusuran sejarah yang berhasil dirangkum, disebutkan bahwa Wali Joko masih memiliki hubungan darah dengan Raden Patah, raja pertama Kesultanan Demak Bintoro. Dimana, Raden Patah adalah putra Prabu Kertabumi dengan Permaisuri putri Kerajaan Campa, Dewi...

Hubungan Mantra dengan Prinsip Keselarasan

Mantra adalah Teknologi Kuno Perlu kami tegaskan lagi bahwa mantra BUKANLAH DOA, akan tetapi merupakan sejenis SENJATA atau ALAT berujud kata-kata atau kalimat sebagai “teknologi spiritual” tingkat tinggi hasil karya leluhur nusantara di masa silam. Mantra dibuat melalui tahapan spiritual yang tidak mudah, bentuknya laku prihatin, perilaku utama dan maneges kepada Tuhan, yang ditempuh dengan cara tidak ringan. Hasilnya beragam, secara garis besar ada dua jenis mantra (baca; senjata) yakni; Khusus menurut fungsinya; hanya dapat digunakan untuk keperluan tertentu misalnya menaklukkan musuh di medan perang. Atau diperuntukkan sebagai...

Mbah Ma’shum Lasem

Kyai besar dan Wali Allah yang amat dihormati di kalangan umat Islam ini, yang biasa disapa Mbah Ma’shum, adalah salah satu dari dua “Gembong Kyai” asal Lasem selain Kyai Baidhowi Abdul Aziz. Beliau senantiasa menjalin silaturahmi, jujur, mengayomi, menghormati tamu dan teguh menjaga kebenaran. Seluruh hidupnya diabdikan kepada masyarakat, terutama kaum papa. Beliau bahkan menganggap pengabdian ini sebagai laku tarekatnya. Menurut Denys Lombard, ahli sejarah terkenal, “Mbah Masum adalah seorang guru (kyai) dari Lasem yang kurang dikenal di tingkat Nasional, namun kematiannya pada tahun 1972 menimbulkan guncangan hebat dari satu...

Masjid Merah Panjunan

Di Cirebon selain terdapat Masjid Agung Sang Ciptarasa juga terdapat mesjid tua yang ukurannya lebih kecil, yaitu Mesjid Merah Panjunan. Masjid ini fungsinya hanya untuk tempat shalat sehari-hari, tidak dipakai untuk ibadah shalat Jumat. Mesjid yang berada di tengah pemukiman padat ini secara administratif berada di wilayah Kampung Panjunan, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemah Wungkuk. Masjid berada di sudut barat daya perempatan jalan. Sebelah utara merupakan Jl. Kolektoran, sebelah timur merupakan ruas Jl. Masjid Abang. Di sebelah selatan terdapat bangunan untuk Posyandu dan rumah penduduk serta sebelah barat merupakan...

Wali Allah Mbah Panggung

Dibawah rerimbunan pohon kamboja, makam itu tampak menonjol dari kejauhan. Agaknya memang sengaja dibangun dalam kapasitas keistimewaan tersendiri, karena bentuknya seperti makam raja-raja Jawa. Lokasi makam itu juga diberi benteng tembok sebagai pembatas dari makam-makam lainnya. Itulah makam Sunan Panggung atau orang Tegal menyebutnya Mbah Panggung. Makam Mbah Panggung terletak di wilayah Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Siapakah sebenarnya Mbah Panggung atau Sunan Panggung itu? Dia adalah sama orangnya dengan Sunan Drajat, salah seorang Walisanga. Putra dari Sunan Ngampel atau Raden Rachmat dari istri...

Mistik Kayu Setigi

Kayu Drini dulu banyak dijumpai dipantai selatan Jawa khususnya dipantai Krakal sebelah timur Baron, Gunung Kidul. Menurut beberapa orang, kayu ini juga ditemukan didaerah pantai lain. Karena banyak dicarai maka kayu ini terancam punah karena diyakini bertuah untuk keselamatan, anti black magic, anti gigitan ular dan dijauhi ular. Selain itu rendaman kayu dalam air juga berkhasiat mengobati penyakit perut. Kayu yang kering akan berbau harum bila digosok dengan ujung jari. Jenis Drini dari Pulau Kangean oleh penduduk setempat dinamakan SETIGI, CANTINGGI atau MENTIGI, kayu ini juga banyak dicari untuk pengobatan, karena langka maka...

Martabat Tujuh

ADALAH terkenal di kalangan Para Wali dengan tingkatan kedudukannya di Alam Ruhaniyah iaitu suatu yang berupa hirarki tingkatan dan kuasa keruhanian. Tingkatan kekuasaan yang tertinggi yang Allah SWT berikan hanya kepada satu hamba sahaja dan dia takkan digantikan kecuali dia wafat. Mereka di gelarkan dengan gelaran Qutub karana telah mencapai maqam Qutbaniyat yakni maqam yang khas dikalangan Para Wali. Perumpamaan yang dapat hamba berikan adalah Para Wali itu diibaratkan seperti Para Nabi dan Para Qutub itu pula diibaratkan seperti Para Rasul di kalangan Ummat Muhammadiyah ini. Wallahu A’lam. Menurut sebuah Hadits yang telah...

Mistik Pohon Kebak

Pohon Kebak umumnya semacam pohon beringin hutan tetapi tidak bisa besar, namun adapula yang beranggapan pohon ini sejenis waru tetapi daunnya agak muda, sering disebut Tutup (Macaranga sp, Acalypha sp). Kayunya yang ringan dipercaya melariskan dagangan dengan menaruhnya ditempat dagangan atau uang. Kayu ini mudah kena pelapukan / jamur. ...

Makam Wali Allah K Ali Barangbang

Di sebuah Kecamatan Kalianget, desa Kalimo’ok tepatnya di Sebelah timur lapangan terbang Trunojoyo Sumenep terdapat makam atau kuburan/Asta K. Ali Barangbang. Mengapa dikatakan Barangbang, karena terletak di dusun Barangbang. K. Ali Barangbang mempuyai silsilah dari Syekh Maulana Sayyid Jakfar, As Shadiq atau dikenal dengan Sunan Kudus yang mempunyai keturunan Pang. Katandur yang mempunyai empat anak yaitu : K. Hatib Paddusan, K. Hatib Sendang, K. Hatib Rajul, K. Hatib Paranggan. Dari Putra pertamanya diberi keturunan K. Ali Barangbang yang wafat 1092 H. Semasa hidupnya beliau, K. Ali adalah merupakan salah seorang ulama...

Makam Wali Allah Al Habib Basirih

Makam Wali Allah Al-Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau lebih dikenal dengan sebutan Habib Basirih, letaknya tidak begitu jauh dari jembatan tol menuju kawasan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kubah ini berada di Jl Keramat RT 13, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Silsilahnya, Habib Hamid bin Abbas bin Abdullah bin Husin bin Awad bin Umar bin Ahmad bin Syekh bin Ahmad bin Abdullah bin Aqil bin Alwi bin Muhammad bin Hasyim bin Abdullah bin Ahmad bin Alwi bin Ahmad Al Faqih bin Abdurrahman bin Alwi Umul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath. Konon, antara Habib Basirih dengan salah satu wali songo, Sunan Ampel...
 

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

 Subscribe in a reader

Add to Google Reader or Homepage

Powered by FeedBurner

Waris Djati

↑ Grab this Headline Animator

My Ping in TotalPing.com Protected by Copyscape Online Copyright Protection Software DMCA.com Literature Blogs
Literature blog Submit Your Site To The Web's Top 50 Search Engines for Free! free web site traffic and promotion Submitdomainname.com Sonic Run: Internet Search Engine
eXTReMe Tracker
free search engine website submission top optimization